DPR: Usut Tuntas Kasus Pajak Perusahaan Sawit Rp 7 Triliun!
Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - DPR RI mencatat sekitar Rp 7 triliun potensi penerimaan pajak
yang hilang akibat adanya kasus penyalahgunaan restitusi PT Wilmar
Nabati dan PT Mas Multi Nabati dari tahun 2004 hingga tahun 2007.
Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Edy
Ramli Sitanggang saat ditemui di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jalan Jend.
Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (13/3/2012).
"Ada perusahaan perusahaan-perusahaan PT Wilmar Nabati sama PT Mas Multi
Nabati 2004-2007 melalui restitusi hampir Rp 7 triliun, kita minta ini
diusut," tegasnya.
Edy menyatakan data tersebut merupakan laporan dari kantor wilayah dan
Kejaksaan Agung.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR asal Fraksi Gerindra, Martin
Hutabarat mengakui banyak perusahaan tambang dan sumber daya alam
seperti kelapa sawit yang menjadi incaran para aparat pajak untuk
dimainkan kewajiban pajaknya.
"Penerimaan migas, kehutanan, tambang, ini bisa jauh ditingkatkan lagi
apalagi dari tranfer pricing. Ini kan biasa, kalau berhubungan dengan
bank dibesarkan asetnya, kalau berhubungan dengan pajak dikecilkan.
Padahal kalau penerimaan pajak dari sektor ini ditingkatkan maka tidak
perlu menaikkan BBM" tegasnya pada kesempatan yang sama.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis
Syamsuddin. Menurutnya, kebanyakan para aparat pajak ini bukan melakukan
mark up atas kewajiban pajak para wajib pajak, melainkan mark down.
Modus ini tidak hanya dilakukan di pusat, melainkan juga di kantor
wilayah pajak di daerah-daerah dan nilainya jauh lebih besar dari DW.
"Jadi DW ini kecil, kalau cuma Rp 13 miliar, 60 miliar, yang di kawasan
berikat itu, sektor kehutanan dan tambang, itu bisa triliunan," pungkasnya.
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
