Rabu, 14 Maret 2012 11:31 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpilihnya Miranda Swaray Goeltom sebagai
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia sudah direncanakan sebelumnya.
Satu diantaranya dengan menggandeng penuh suara dari fraksi Partai
Demokrasi Indonesia (PDI) Indonesia Perjuangan di Komisi IX DPR RI,
bahkan Politisi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo berperan penting.
Demikian ditegaskan Mantan anggota DPR RI, Dudhie Makmun Murod saat
memberikan kesaksian untuk terdakwa Nunun Nurbaeti di Pengadilan
Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
"Kami telah diarahkan pimpinan Fraksi Tjahjo Kumolo untuk mengarahkan
seluruh suara kami dalam pemilihan Miranda sebagai Deputi Gubernur
Senior BI," ujar Dhudie.
Arahan tersebut, lanjut Dhudie, dilakukan dalam beberapa kali pertemuan
dan juga pada rapat fraksi PDIP untuk membicarakan kesatuan suara dalam
memilih Miranda sebagai pemenang dalam pemilihan.
Satu diantara pertemuan itu, ungkapnya, pernah dilakukan di Hotel
Dharmawangsa dengan alibi jamuan makan siang.
"Waktu itu saya disuruh oleh Ketua Fraksi untuk kesana dengan acara
hanya acara makan siang dan disana ternyata juga ada Miranda. Secara
personal kami sudah tahu bahwa pertemuan tersebut adalah untuk
memberikan suara kami di Komisi IX untuk memberikan suara kepada
Miranda," terangnya.
http://m.tribunnews.com/2012/03/14/dhudie-tjahjo-kumolo-yang-minta-kami-pilih-miranda
--
"One Touch In BOX"
To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.
